Pelaksana Pemilu harus Bertindak Jurdil, Eks Rektor UI M Anis: Demokrasi Dibangun Tak Mudah

DEPOK – Mantan Rektor UI 2014-2019, Prof. Dr. Ir. Mohammad Anis berbicara tentang situasi demokrasi saat ini menjelang pemilu 2024. Keprihatinannya terhadap keadaan demokrasi diungkapkannya bersama para guru besar dan alumni UI di Halaman Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2024).

Ia berdoa agar petugas yang kembali bersikap jujur ​​dan adil (Kardil). Sebab, Anis menyebut membangun demokrasi tidaklah mudah.

Baca Juga: Guru Besar dan Alumni UI Angkat Bicara Soal Erosi Hukum dan Demokrasi di Indonesia

“Sebelumnya kita mendengarkan keluh kesah kita, kita berdoa agar seluruh elemen yang berperan dalam penyelenggaraan pemilu yang fair (jujur ​​dan adil) mengambil tindakan untuk menunaikan tugas mulia ini demi kesejahteraan anak cucu kita ke depan. Ini sangat penting. “Membangun demokrasi tidaklah mudah,” kata Anis.

Anis berharap, seruan mensukseskan pemilu 2024 dapat didengar oleh seluruh sivitas akademika UI, dan berharap hasil pemilu dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Saya berharap semua pihak yang berperan dalam mensukseskan pemilu 2024 bisa mendengar apa yang disampaikan sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga: Ini 4 Petisi Guru Besar dan Alumni UI, Salah Satunya Pemilu Tanpa Rasa Takut.

Saya berdoa agar pemilu ini berjalan lancar dan baik serta membuahkan hasil yang dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Berikut empat acuan para guru besar dan alumni UI

1. Mengecam segala macam aktivitas. Penindasan kebebasan berekspresi

2. Menuntut masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu tanpa intimidasi atau rasa takut

3. Mendesak agar seluruh ASN, pejabat pemerintah, TNI, dan POL dikecualikan untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

4. Mendesak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memantau dan mengendalikan secara ketat pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di daerahnya.ba